Selasa, 06 Juli 2021

Tanggal 7 Bulan 7

 Hai..

Selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur dan sehat selalu.

Hai...

Maaf ya di setiap ulang tahun mu aku tak ada. 

Bukan aku tidak mau temani kamu, karena kamu sudah ada yang temani.

Hai..

Maaf ya jika sampai hari ini selalu ku ingat ulang tahunmu. Dan selalu mendoakan mu 

Bukan ku tak mau melupakan, tapi mendoakan mu dari jauh adalah bentuk sayangku dan merindukanmu.

Hai...

Sekali lagi SELAMAT ULANG TAHUN SEMOGA PANJANG UMUR, SEHAT DAN BERKAH UMURNYA.

PATI, 7-7-2021





Kamis, 10 Juni 2021

Pena Cahaya: Kamu Yang Pernah Ada

Pena Cahaya: Kamu Yang Pernah Ada:  Hai apakabar..?? Disini aku mengenang mu, entah mengapa malam ini aku kangen sama kamu. Hei gimana keadaan mu sekarang bahagia kah?? Aku..?...

Kamu Yang Pernah Ada

 Hai apakabar..??

Disini aku mengenang mu, entah mengapa malam ini aku kangen sama kamu.

Hei gimana keadaan mu sekarang bahagia kah??

Aku..?? 

Aku bahagia, tanpa mu tapi terkadang kamu muncul pada saat ku bahagia.

Mas, masih kah kamu menulis seperti waktu itu?? Waktu masih ada kita??

Maaf ya..aku tak bisa temani kamu sampai sekarang.

Maafkan ke egoisan ku yang menurutmu aku tak bisa mengenali cintamu.

Maafkan aku yang tak bisa ada disisi mu lagi saat kamu buntu akan inspirasi. 

Ah.. aku rasa kamu sudah menemukan inspirasi dan motivasinu sekarang.

Selamat ya, sudah memporak porandakan hati ku saat ini .

Saat ini aku merindukan mu, dan masih sama seperti dulu. Rindu itu..

Malam ini, sengaja aku mengeja kenangan kita satu per satu. 

Ada rasa sesak di dada saat kita menjadi aku dan kamu.

Ingin ku sapa kamu di feed ig,fb dan emailmu tapi tak kuasa jari ku mengetik.

Hanya bisa memandang foto kita di feed blog ku dulu.

Mungkinkah kamu juga merindukan ku??

Aku rasa tidak, dan tidak pernah.

Makasih untuk rindu ini. Aku sadar cinta kita telah selesai. 


Jumat, 09 April 2021

Mengenang Mu Lagi dan Lagi

 Malam ini entah kenapa aku merindukan mu, merindukan kamu masalalu ku.

Entah kenapa setiap kali nama mu ku sebut tak pernah ada rasa sakit dihatiku.

Aku tersenyum ketika nama mu disebut, serasa aku dan kamu menjadi kita.

Hai kamu apakabarnya??

Masih kah kau mengingatku??

Ah...aku kira tidak.

Rindu ini tulus buat mu, tanpa ada ragu.

Mengalir begitu saja, ingin ku memohon pada Tuhan untuk melihatmu sebentar saja.

Tapi tak mungkin , kita sudah menjadi aku dan kamu.

Setiap ada orang bertanya "kenapa kita putus??" Aku hanya bisa menjawab "semua hanya karena keegoisan kita.

Ya keegoisan ku bisa dibilang, aku yg memaksamu untuk hadir di hatiku.

Aku yang tak mengenali mu, bahkan tak merasakan kasih sayangmu.

Padahal kalau aku bersabar sedikit lagi, aku pasti mengenali mu.

Tapi ya sudahlah untuk apa disesali perpisahan ini. 

Karena aku bangga pernah ada dihatimu, pernah ada disetiap perkataan mu.

Setiap ide tulisan mu, bahkan kau pernah bangga dengan ku. 

Yah.. waktu itu saat aku menjadi wanita yg kau cintai tapi tak ku kenali.

Aku pernah merasakan kesepian, cemburu, sakit hati. 

Tapi itu terlupa saat kita bersama, aku pernah di titik dimana aku ingin meninggalkan "suamiku" hanya menuruti kesalahan ku padamu. 

Maafkan aku "mas" sampai saat ini kamu masih ada sedikit dihatiku.

Maafkan aku yang masih setia melihat fotomu di saat aku merindukan mu.

Maafkan aku bila aku masih mengingat masalalu kita.

Maafkan aku, atas semua kesalahanku padamu.

Maafkan aku lagi - lagi aku mengingatmu tanpa permisi.

Maaf dan maaf itu yang ingin ku ucap padamu. Untuk meringankan rasa rinduku padamu.

Mengingatmu dan merindumu adalah sebuah kesalahan.