Malam ini entah kenapa aku merindukan mu, merindukan kamu masalalu ku.
Entah kenapa setiap kali nama mu ku sebut tak pernah ada rasa sakit dihatiku.
Aku tersenyum ketika nama mu disebut, serasa aku dan kamu menjadi kita.
Hai kamu apakabarnya??
Masih kah kau mengingatku??
Ah...aku kira tidak.
Rindu ini tulus buat mu, tanpa ada ragu.
Mengalir begitu saja, ingin ku memohon pada Tuhan untuk melihatmu sebentar saja.
Tapi tak mungkin , kita sudah menjadi aku dan kamu.
Setiap ada orang bertanya "kenapa kita putus??" Aku hanya bisa menjawab "semua hanya karena keegoisan kita.
Ya keegoisan ku bisa dibilang, aku yg memaksamu untuk hadir di hatiku.
Aku yang tak mengenali mu, bahkan tak merasakan kasih sayangmu.
Padahal kalau aku bersabar sedikit lagi, aku pasti mengenali mu.
Tapi ya sudahlah untuk apa disesali perpisahan ini.
Karena aku bangga pernah ada dihatimu, pernah ada disetiap perkataan mu.
Setiap ide tulisan mu, bahkan kau pernah bangga dengan ku.
Yah.. waktu itu saat aku menjadi wanita yg kau cintai tapi tak ku kenali.
Aku pernah merasakan kesepian, cemburu, sakit hati.
Tapi itu terlupa saat kita bersama, aku pernah di titik dimana aku ingin meninggalkan "suamiku" hanya menuruti kesalahan ku padamu.
Maafkan aku "mas" sampai saat ini kamu masih ada sedikit dihatiku.
Maafkan aku yang masih setia melihat fotomu di saat aku merindukan mu.
Maafkan aku bila aku masih mengingat masalalu kita.
Maafkan aku, atas semua kesalahanku padamu.
Maafkan aku lagi - lagi aku mengingatmu tanpa permisi.
Maaf dan maaf itu yang ingin ku ucap padamu. Untuk meringankan rasa rinduku padamu.
Mengingatmu dan merindumu adalah sebuah kesalahan.